METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersama DPRD Kota Metro mengikuti secara langsung rangkaian Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 dari Ruang Sidang setempat, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso didampingi Wakil Wali Kota Metro Muhammad Rafieq Adi Pradana, jajaran Pemerintah Kota Metro, serta 15 anggota DPRD Kota Metro.
Bagi Pemkot dan DPRD Kota Metro, kehadiran dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 menjadi momentum untuk menyimak langsung arah kebijakan nasional sekaligus memahami agenda pembangunan yang akan berdampak hingga ke daerah.
Sidang Tahunan MPR RI juga menjadi ruang refleksi perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Momentum tersebut sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, demokrasi, serta keberlanjutan pembangunan nasional.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam pidatonya menegaskan bahwa Sidang Tahunan MPR RI bukan sekadar agenda konstitusional. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di forum yang terhormat ini, kita bukan sekadar menghadiri sebuah upacara konstitusional. Kita sedang meneguhkan janji kepada Republik kita tercinta,” ujar Ahmad Muzani.
Ia menyebut janji tersebut merupakan komitmen untuk menjaga kemerdekaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Selain itu, perbedaan politik diharapkan tidak menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan.
“Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya kekuatan daerah sebagai bagian dari fondasi kedaulatan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kesepakatan dan persatuan berbagai daerah, bahasa, serta suku yang disatukan oleh tekad membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.
“Dari ruang Sidang Bersama, dalam gedung yang sarat sejarah inilah, kita menggenapi tekad itu dengan satu keyakinan yang lebih spesifik, daerah kuat, Indonesia berdaulat,” ujar Sultan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari penguatan daerah. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian daerah.
Setelah rangkaian pidato pengantar sidang, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingat kembali momentum ketika dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden kemudian menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan amanah kepemimpinan negara dengan tulus dan jujur. Kepentingan seluruh rakyat Indonesia, kata dia, harus menjadi prioritas utama dalam menjalankan pemerintahan.
“Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Bagi Pemkot Metro dan DPRD Kota Metro, keikutsertaan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan serta arah kebijakan nasional. Momentum tersebut juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan di Bumi Sai Wawai. (Red)