METRO – Menjelang pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polres Metro Polda Lampung menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) sebagai bagian dari Operasi Kepolisian Kewilayahan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/01/2026) sebagai langkah awal mematangkan kesiapan personel demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kota Metro.

Kegiatan Latpra Ops dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro, KOMPOL Agung Ferdika didampingi Kabag Ops Polres Metro, serta diikuti para Kapolsek jajaran dan personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026. Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas dengan menitikberatkan pada sembilan sasaran prioritas, di antaranya penindakan kendaraan berknalpot brong, kendaraan tidak sesuai standar pabrikan, serta berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Adapun sasaran lainnya meliputi penggunaan sirine atau strobo yang tidak sesuai peruntukan, pengemudi dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai aturan atau spesifikasi, pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm SNI, kendaraan pribadi yang beroperasi sebagai travel liar, angkutan penumpang untuk mudik dan balik, kendaraan penumpang yang tidak layak jalan, hingga pengawasan tempat wisata yang belum dilengkapi sarana parkir bagi pengunjung.


“Ops Keselamatan Krakatau 2026 merupakan operasi kepolisian kewilayahan terpusat yang akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026, dengan mengedepankan fungsi Satuan Lalu Lintas,” ujar Wakapolres Metro.

Latpra Ops ini digelar untuk meningkatkan profesionalitas personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026, sehingga mampu mewujudkan keamanan serta meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya di Kota Metro. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyamakan persepsi, pola bertindak, dan target operasi agar pelaksanaan Ops Keselamatan Krakatau berjalan efektif dan terukur.

“Perlu saya tekankan, selama pelaksanaan operasi agar dilakukan deteksi dini, penyelidikan, penggalangan, serta pemetaan lokasi rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan. Laksanakan pula penyuluhan kepada masyarakat terkait Kamseltibcarlantas melalui media sosial, media elektronik, serta pemasangan banner,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakapolres Metro berpesan agar seluruh personel, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, senantiasa mengedepankan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. “Kedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis demi terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib,” tutupnya. (Red)